Beda Posting di Blog dan Facebook



Saya kemarin habis bertemu banyak teman di acara seminar motivasi. Selain teman-teman, banyak juga adik kelas yang masih saya kenali ada di sana..

Salah satunya adalah Ria, seseorang yang adik kelas berbeda sekolah. Kami berbincang cukup banyak karena sepanjang seminar, kami duduk bersebelahan..

Ria mengatakan banyak hal kepada saya yang membuat saya cukup merenung lama…

Salah satunya adalah Ria mengatakan bahwa dia merasakan adanya perbedaan tulisan saya yang ada di blog dengan di Facebook.

Menurutnya tulisan saya di Facebook, sepanjang apapun itu, hanyalah sampai di permukaan saja..

Tetapi berbeda dengan tulisan-tulisan saya di Facebook, Ria merasa tersentuh hatinya saat membaca tulisan saya di blog.

Ah, saya terdiam dan tersenyum ketika mendengar hal tersebut dari Ria…

Kami pun berbincang tentang perbedaan media blog dan Facebook. Ria mengatakan bahwa ada beberapa tulisan saya di blog yang dibacanya bukan hanya satu kali.

Dia mengatakan bahwa tulisan saya di blog memiliki kedalaman yang berbeda daripada yang ada di Facebook.

Ah, saya menyimpan kalimat demi kalimat Ria itu di dalam hati.

Ini saja saya memutuskan memposting tulisan ini di blog ya, hmmm. Apakah memang ini menunjukkan “perbedaan kasih sayang” yang saya berikan antara blog dan Fb?

Sebetulnya sih awal saya rutin menulis di Fb karena alasan sederhana. Saya ingin menganti media penulisan one day one posting saya.

Pada bulan November saya menulis one day one posting saya di blog.

Pada bulan Desember saya menuliskannya di buku harian.

Dan dimulai di bulan Januari saya menuliskannya sebagian besar di Fb.

Tidak ada maksud khusus sebetulnya. Tapi kalimat demi kalimat yang meluncur dari Ria membuat hati saya terasa ingin tersenyum sepanjang hari.
Ya, saya merasa tidak sedang dikritik. Ria sedang menunjukkan apresiasinya terhadap tulisan saya.

Setelah saya mengenang kembali ke belakang, media blog memang merupakan media tersering dan pertama di mana tempat saya menulis..

Saya mencoba mengingat bagaimana rasanya menulis di blog. Dan apakah memang ada perbedaan saat saya menulis di Fb.

Hmmm.

Di blog saya merasa lebih romantis, sedangkan di Fb saya merasa lebih “berkewajiban” membuat tulisan yang bisa memiliki pesan..

Di blog saya menuliskan melalui laptop, sedangkan di Fb saya menulis melalui Hp. Terasa lebih lega dan melegakan memang saat menulis menggunakan latptop.

Tulisan-tulisan saya di blog memang jujur dan apa adanya…..

Ketika menuliskannya, saya merasa lebih tenang. Mungkin karena saya tau, jika tidak saya publish kemana-mana, sesungguhnya tidak akan ada yang begitu banyak membacanya.

Berbeda dengan Fb, saat saya menulis di Fb, saya merasa wajib sekali memberi salah satu dari 2 fungsi tulisan : mendidik atau menghibur..

Tetapi dari lubuk hati saya yang terdalam, saya tau mengapa kedua media penulisan ini menghasilkan kesan yang berbeda….

Jawabannya adalah ketika menulis di blog, saya tau saya menulis sendirian….

Sangat jarang ada orang yang berkomentar di blog….

Bahkan bisa dikatakan sangat jarang ada orang yang melihat blog saya jika tidak saya publish di Fb.

Sementara ketika menulis di Fb, saat menulis pun saya seakan-akan dilihat oleh ratusan pasang mata..

Itulah mengapa seolah saya terbebani bahwa saya harus mengantarkan sebuah pesan entah itu mendidik atau menghibur melalui tulisan saya…

:’)

Ria, kalau kamu membaca ini, terima kasih banyak atas obrolan kita kemarin yaaa….

Tahukah kamu bahwa setelah kita berbincang kemarin, telah membuka banyak sekali pengetahuan baru tentang gayaku menulis…

Ah, Ria ini memang spesial..

Dia penyuka tulisan. Dia lulusan jurusan sastra. Perasaannya sangat lembut sehingga dia bisa menangkap makna yang tersirat ataupun yang tersurat dari sebuah tulisan…

Lalu, apakah saya akan menghentikan menulis di Fb atau di blog setelah ini??

Sebenarnya tidak..

Akhir-akhir ini pun sebetulnya saya sudah merasai perbedaan di antara kedua medium menulis ini..

Jika ada yang memperhatikan, ada hari-hari di mana saya tidak menulis di Fb. Nah, sementara one day one posting tetap harus disetorkan, bukan?

Itulah hari-hari di mana saya menyadari bahwa saya tidak punya begitu banyak energi positif untuk dibagikan di Fb.

Itulah hari-hari di mana saya kadang-kadang menulis di g-doc lalu mengirimkannya langsung ke grup one day one posting.

Ah, ternyata memang begitu adanya….

Setiap medium menulis memiliki jiwanya masing-masing…

Setiap momen menulis juga memiliki energinya masing-masing…

Saran saya bagi semua yang membaca ini, menulislah setiap hari.. Sesuaikan dengan energi, jiwa, dan selera kalian, hendak dimana kalian muat tulisan itu…

Sesungguhnya saya teramat sangat bersyukur bisa bertemu Ria kemarin itu…

I love you, Ria!



Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Beda Posting di Blog dan Facebook"

Comment