Si Pengembara Pencari Kebenaran


Kalo disebut tokoh idola yang mengembara mencari kebenaran, jangan-jangan kita ingetnya sama Gie, Tan Malaka atau malah Che Guevara deh. Gak salah juga sih. Tapi saya baru baca buku mengenai kisah 60 orang Sahabat Rasulullah yang bahasanya enak.


Biasanya nih buku siroh (Sejarah) tentang Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam dan para Sahabatnya tuh bahasanya kaku. Udah gitu lay-out nya nggak banget. Wah pas banget deh makin bikin males baca (haha)


Tapi baru-baru ini saya nemu buku siroh yang bagus. 60 orang Sahabat Rasulullah jadi tampak nyata. Brilian abis deh yang nyusun.  Berikut saya cantumin yak data bukunya. Buat yang mau cari di toko buku.

Judul buku          : “60 Sirah Sahabat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam”
Judul asli              : “Rijal Hawlar-Rasul”
Penulis                 :  Khalid Muhammad Khalid
Penerjemah       :   Muhil Dhofil, Lc
Penerbit              :  Al-I’tishom

Cerita yang pertama menarik hati saya tentang Si Pengembara Pencari Kebenaran, Salman Al Farisi. Bacanya menguras air mata. Bikin Soe Hok Gie, Tan Malaka, Che Guevara, jadi keliatan biasa aja. 


Ah gimana gak terharu coba deh.


Salman Al Farisi itu bukan orang asli Arab loh. Dia berasal dari desa bernama desa Ji dari Tanah Persia. Sekarang sih Persia itu meliputi wilayah Irak. Mayan jauh kan dari Arab.


Berpetualang mencari kebenaran absolut tentang Tuhan, Salman Al Farisi ini pada mulanya beragama Majusi (penyembah api). Ketika liat orang Nasrani beribadah, Salman Al Farisi jadi tertarik dan memeluk agama itu.


Dari satu pendeta ke pendeta lain, Salman Al Farisi bermukim. Ia mengabdi mencari ilmu seluas-luasnya. Ketika pendeta tersebut wafat, Salman Al Farisi akan ditunjukkan pendeta lain.


Dari desa Ji, ia mengembara sampai ke tanah Syam (Palestina), tanah kelahiran Nabi Isa Alahis’Salam. Di  sana seorang pendeta mengabarinya pertanda akan tanda-tanda kemunculan Nabi terakhir


Begitulah akhirnya, Salman Al Farisi yang seorang putra orang kaya di Desa Ji, muncul di hadapan Rasulullah sebagai seorang budak belian hasil ditipu oleh kabilah yang berjanji mengantarkannnya ke Hijaz (Madinah)


Saya suka banget kisah Salman Al Farisi. Kisahnya mengingatkan bahwa orang yang mencari kebenaran absolut tentang Tuhannya pasti akan menemukannya.


Bahwa orang yang jujur pada Tuhannya pasti akan kuat menerima semua pengembaraan di perjalanannya mencapai kebenaran..


Hmm


Saya jadi introspeksi, lebih seringnya kita mengejar kepuasan sebelum kebenaran yah?


Salman Al Farisi itu telah melampaui dirinya sendiri, dia memilih berlelah-lelah mengejar kebenaran. 

Suka banget sama sikap “mengembara”-nya Si Salman ini yang bikin Rasulullah menyamakan 
dia dengan Lukmanul Hakim yang jadi surat ke-31 dalam Qur’an.


Kapan-kapan yah saya ceritain tentang Lukmanul Hakim!


Sekarang mari kita banyak-banyak baca tentang para Sahabat Rasulullah dan pasti kita jadi tertakjub-takjub kenapa sempat mengidolakan Ir.Soekarno, Gandhi, Che Guevara, atau bahkan tokoh fiksi kayak Superman, Batman (hufttt)


Karena para Sahabat Rasulullah itu nyata senyata-nyatanya kisah kilau setiap pribadinya yang memukau. Aaakkk *jadi heri* *heboh sendiri*


Okelah, saya mo baca lagi yah. Selamat baca lagi buku-buku siroh!




Postingan terkait:

4 Tanggapan untuk "Si Pengembara Pencari Kebenaran"

bayangantorgon mengatakan...

suka saya suka Salman Al Parisi mengikuti hati nurani jeng jeng

dea alias dey mengatakan...

terima kasih ibunda sudah komen ;)

bayangantorgon mengatakan...

ini konten yang kerrren dan tuturannya juga ngalir sampai jauuuuuh ke .................. lubuk yang paling dalam

bayangantorgon mengatakan...

eeeh saya suka Salman Alfarisi dan saya akan bolak balik ke sini selama ada waktu.... tapi pas ditelusuri Persia itu tidak hanya Irak tapi juga Iran. Pusat Persia itu Iran dan Irak yang saat ini dikuasai oleh Syiah....

Comment