Rasulullah dan Poligami




Ciyee bahas poligami nih sekarang, dey? Enggak sih, hihi. Aku mah apa atuh. Hanya butiran tahu gopean. Gak cocok ngomongin poligami, kecuali Asma Nadia. Hohoho.

Lagian Cuma mau cerita tentang Rasulullah dan istri-istrinya. Ada buku karangan Syafii Antonio yang bagus. Gitu looh. Hihihi

Buku itu membahas Rasulullah dari semua aspek kehidupan termasuk kehidupan keluarga. Dan kalau kita mau jujur, sama sekali ngga ada cela di dalam kehidupan beliau.

Yaa kalaupun memang ada cela, akan langsung dibenerin sama Allah melalui turunnya wahyu. Keren yak.

Kita seringnya nggak hafal atau bahkan sama sekali gak tau istri-istri Rasul. Ya jumlahnya dan nama-namanya.

Beberapa waktu yang lalu saya pernah baca buku jadul (jaman dulu) gitu. Terbitan tahun 1993 (gilee). Buku itu membahas tentang satu persatu istri Rasulullah.

Waaah, indah banget pas baca itu. Rasanya seperti membaca novel yang beneran kejadian. Seperti nonton film heroik dan romantis yang beneran kejadian.

Kaya romantisme Juwairiyah istri Rasulullah deh. Juwairiyah itu seorang tawanan perang yang menebus dirinya. Rasulullah pun menikahinya. Sejarah mengatakan Rasulullah itu teramat memuliakan tawanan perang. 

Kalau di film-film Romawi/Yunani gitu kan, tawanan diperkosa (naudzubillah) baru dibunuh.

Tapi kalau ditawan oleh kaum Muslimin, beeuh juara banget deh perlakuannya. Dinikahi dan diperkosa itu beda jauh banget lho yaa. Pernikahan itu berarti pemuliaan perempuan, ia diberi hak dan kewajiban menjadi pendamping dunia akhirat. Semua mendapat keadilan dan kesantunan dalam sebuah pernikahan. MasyaAllah

Shafiyyah istri Rasul yang lain juga menarik kisahnya. Suami dan sanak saudaranya meninggal dalam peperangan melawan Rasulullah. Dia tinggal seorang diri beserta beberapa perempuan dari kabilahnya Bani Nadhir.

Pas akan dibawa menjadi tawanan, Shafiyyah harus melewati jenazah-jenazah sanak keluarganya. Rasulullah menginstruksikan untuk memberikan selendang kepada Shafiyyah. Tujuannya agar selendang itu diselubungkan ke kepala Shafiyyah sehingga ia tidak harus bersedih karena melihat jenazah-jenazah keluarganya.

Idiih so sweet banget yaakk. Hihihihi

Ummu Salamah istri Rasul yang lain juga keren bangeet. Keahlian dia adalah pidato dan mengajar. Saya ngebayanginnya dia itu tipe-tipe perempuan pergerakan sosial gitu. Kalau ibarat mahasiswi dia pasti aktif di sosial-politik kampus *uhuk*

Ummu Salamah hidup hingga usia sangat tua. Di masa kekhalifahan Ustman Bin Affan, dia masih hidup. Saat Khalifah Ustman dikepung di rumahnya sendiri oleh para pemberontak, Ummu Salamah ini keren banget looh, dia berkuda sambil membawa pedang menghalau para pemberontak untuk masuk ke rumah Khalifah Ustman.

Kereeen. Hohohoho. Tipe-tipe muslimah yang pemberani nih tipe kaya Ummu Salamah.

Tuh kan ternyata kita banyak belum kenal tentang istri-istri Rasul (selain Khadijah) ya? Tak kenal maka tak sayang.

Makanya kita harus banyak baca lagi buku-buku siroh (Sejarah) tentang istri Rasul. Seru kok, dan banyak membawa insight untuk kita. Jadinya kita jadi beda deh memandang poligaminya Rasul. InsyaAllah.

Segini dulu ceritanya, besok dilanjut lagii.

Wassalamualaikuum ;)

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Rasulullah dan Poligami"

Comment