reformasi koq repot

Reformasi tanggal 12 Mei itu

Tanggal 12 Mei 1998 tentu berbeda dengan tanggal 12 Mei 2008. Tentunya seperti kaidah sejarah yang menyatakan bahwa setiap peristiwa itu unik dan tidak akan pernah ada suatu peristiwa yang akan persis sama terulang.

Tanggal 12 Mei 2008 yang lalu benar-benar diharapkan jadi pencerdasan sekaligus pencerahan buat bangsa yang sedang sekarat ini. Tentunya kita tidak muluk-muluk untuk revolusi dimana proses perubahan dilakukan secara cepat atau bahasa kerennya immediately.

Tanggal 12 Mei 2008 yang lalu, mahasiswa seluruh Indonesia yang tergabung dalam aliansi BEM SI (baca: Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia) mengadakan sebuah aksi memperingati reformasi yang telah berlangsung 10 tahun lamanya.

Tapi entah mengapa, saya sebagai mahasiswi Fakultas Psikologi tingkat dua di kampus UI ini merasa ada sesuatu yang miss dalam aksi tanggal 12 lalu tersebut.

Benar-benar mengecewakan mengingat massa yang sudah banyak apalagi teman-teman dari daerah yang sudah datang ke Jakarta untuk mengikuti aksi kali ini.

Entah ada apa, tapi aksi 12 Mei 2008 kurang memberi kesan bagi saya. Apalagi saya hanya merasa bahwa waktu terbanyak justru dipakai untuk perjalanan dan ketika aksi sendiri hanya terasa singkat sekali.

Padahal aksi kali ini betul-betul diharapkan pengaruhnya mengingat momentum yang terbilang langka yaitu 10 tahun Reformasi. Namun, bagaimana bisa aksi ini memiliki pengaruh terhadap rakyat Indonesia kalau terhadap mahasiswa yang melakukan aksi saja aksi kurang terasa esensinya.

Sekali lagi saya kecewa ketika sama sekali tidak ada mahasiswa UI yang berorasi di mobil sound sepanjang aksi berlangsung.

Benar bahwa rombongan UI terlambat datang. Sangat terlambat malah menurut saya, yaitu pada sekitar pukul 14.30 sementara teman-teman mahasiswa yang lain sudah sejak pagi berkumpul di bundaran HI.

Apalagi soal komando. Benar-benar terlihat karakter-karakter sebenarnya dari seseorang. Komando yang harunya hanya dipegang oleh satu orang malah bisa dengan seenaknya dipegang oleh siapa saja. Sama sekali tidak ada komando terpusat yang sangat penting dalam sebuah aksi mahasiswa.

Sekali lagi saya harus menyampaikan bahwa gambaran saya tentang aksi tanggal 12 Mei 2008 sangat jauh dari apa yang terjadi. Saya mengharapkan adanya aksi yang terorganisir dan menggambarkan kekompakan mahasiswa yang membawa aspirasi TUGU RAKYAT.

Sekali lagi saya kecewa terhadap aksi tanggal 12 Mei 2008 lalu tapi sama sekali tidak menghilangkan kebanggan saya karena telah mengikutinya.

Tanggal 12 Mei 1998 memang tidak bisa terulang. Namun, 12 Mei 2008 harusnya tidak seburuk ini.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "reformasi koq repot"

Comment