Nomor 19 Emak Utin


Nomor 19 Emak Utin

Disclaimer: Rangkaian tulisan ini adalah usaha saya dalam rangka menebus janji membuat 100 tulisan surat cinta...

Emak adalah panggilan kami sekeluarga untuk nenek kami. Emak adalah ibunya ibu saya. Kini kesehatan Emak sudah jauh sekali dari sempurna. Beliau sekarang sudah full terlupa dari memori alias dementia, juga diabetes dan post stroke.

Emak pada jaman sehatnya dahulu kala adalah sosok sempurna seorang ibu. Di rumah Emak ada mesin jahit. Saya ingat suka memainkannya lalu dimarahi oleh Emak. Karena ternyata Emak masih rutin menjahit apa saja untuk keluarganya. Entah itu sarung bantal, seprai, hingga baju-baju.

Ah, how sweet.

Emak juga sangat jago sekali memasak..
Saya ingat betul pertama kali berlebaran pasca Emak terserang stroke, dapur Emak seakan berbeda. Memang kami sekeluarga tetap memasak ketupat dll tetapi dapur Emak seakan kehilangan jendral besarnya. Hampa, hampa sekali….

Emak adalah seorang ibu guru yang mengajar di sekolah dasar. Emak sangat keras dalam mendidik anak-anaknya. Itulah sebabnya hingga masa tuanya Emak masih sulit untuk berhangat-hangat.

Berbeda dengan Abah yang suka guyon dan ramah kepada orang, Emak termasuk strict terhadap cucu-cucunya.

Saya jadi ingat setiap berlebaran di rumah Emak, Emak akan pusing tujuh keliling.. Bukan apa-apa, rumah luasnya yang biasanya bersih dan kinclong harus super berantakan saat lebaran. Huh huh,

Emak misuh-misuh sambil berkali-kali menyapu rumahnya yang luas buanget dan mantap banget itu.

Bayangin aja, rumah Emak itu luasnya 200 meter persegi. Ada halamannya. Ruang tengahnya dibuat sebesar mungkin agar menampung saat kami anak cucunya berlebaran di rumahnya.

Ah, how cute.

Emak sering sekali marah kepada kami anak cucunya.. Tetapi kini saat emak total terlupa akibat pikun, sungguh menyedihkan melihat Emak hanya melihat ke kehampaan di hadapannya saat kami berkunjung

:’((

Lekaslah sembuh, Mak..

Doaku untuk Emak agar berada dalam keridhoaan Allah dan dikaruniai kehidupan penuh kemuliaan dan husnul khatimah kelak saat Allah memanggil

I love you Mak!


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Nomor 19 Emak Utin"

Comment