Ini soal film FITNA

Apa yang bisa saya katakan soal film FITNA selain istighfar sebanyak-banyaknya??

Saya speechless saking kesal dan sedihnya saat liat film itu. Memang, presiden SBY sudah mengeluarkan larangan untuk mengedarkan film itu, tapi demi pertimbangan bahwa saya menontonnya untuk mengkritisinya dan di lingkungan akademisi (baca: saya nontonnya di kampus), maka insya allah saya ga akan ditangkep sama pak polisi :>

Apa lagi yang bisa saya katakan untuk tuduhan keji seperti yang ada dalam film tersebut?

Rasa marah pasti ada dalam hati setiap muslim termasuk saya yang melihat fim tersebut, tapi rasa marah itu hendaknya harus disalurkan dengan cara yang tepat, yaitu salah satunya membuat tools untuk meng-counter film tersebut.

Karena bila umat Islam bersikap reaktif maka si pembuat justru akan menertawakan betapa mudahnya menylut emosi dari umat Islam

Dan karena saya memiliki kesenangan untuk menulis, maka menulislah saya di sini tentang film itu.

Pertama, film seperti itu bukan yang pertama kali ada. Fitnah terhadap agama ini memang sudah ada sejak dahulu. Tapi sebagai seorang muslim, hendaknya kita jangan menyerah. Kita harus menyikapi setiap fitnah. Jangan mentang-mentang fitnah seperti ini sudah sering terjadi, lantas kita jadi mengabaikannya begitu saja..

Film FITNA tersebut adalah buatan seorang Belanda yang bernama Wilders.

Dalam film tersebut, terdapat cuplikan kata-kata:

In 1945, Nazism was defeated in Europe
In 1989, communism was defeated in Europe
Now, the Islamic ideology has to be defeated!
stop islamization
defend our freedom!

Kata-kata ini melambangkan ketakutan akan fakta perkembangan pesat Islam di benua Eropa aat ini.

Ya, Islam saat ini memang memiliki perkembangan yang pesat di berbagai negara di Eropa. Oleh karena itu, banyak negara-negara yang mulai mengambil tindakan seperti pelarangan pendirian masjid baru di UK.

Dalam film disebutkan bahwa Islam tidak menghargai umat lain. Ini disimbolkan dengan peristiwa terorisme seperti peledakan subway di UK dan yang lainnya. Lalu alasan lain yang diusung, Islam tidak mengusung kebebasan sehingga mengancam kehidupan Europe yang terkenal liberal..

Kemudian ditampilkan bahwa setiap peristiwa terorisme yang dilakukan dilandasi oleh ayat Qur’an.

Salah satu ayat Qur’an yang ditampilkan adalah QS An-Nisaa ayat 56

“Sungguh, orang-oramg yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.”

Ayat di atas disitir sebagai ayat yang melandasi terorisme yang memang berupa peledakan bom sehingga menyebabkan kulit para korban menjadi gosong.. Tetapi,,perlu dilihat konteksnya disini..

Sekali lagi, perlu dilihat bahwa ayat tersebut menggambarkan ancaman bagi orang yang kafir yaitu siksaan Neraka. Bukannya siksaan di dunia dengan peristiwa terorisme seperti yang ditayangkan pada film.

Sekali lagi, harus dibedakan antara ajaran Islam dengan tingkah laku penganutnya.

Terorisme yang dilakukan oleh segelintir umat Islam ini tidaklah bisa menggambarkan ajaran Islam yang syamil (menyeluruh) dan kamil (baik) ini. Sama sekali tidak bisa dijadikan generalisir.

Kemudian, ayat yang ditampilkan selanjutnya adalah QS Al-Anfal ayat 39

“Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.”

Ayat di atas disitir sebagai landasan lain dari terorisme.. Padahal dalam memandang sebuah ayat Qur’an, kita harus melihat ayat sebelum dan sesudahnya karena Qur’an adalah ayat-ayat yang berkesinambungan dan memiliki kesatuan makna..

Ayat Al-Anfal di atas berkaitan dengan Peristiwa Abu Sufyan (Abu Sufyan dan kaum kafir Quraisy melarang menghalangi orang untuk mendatangi Baitullah) dalam Fathu Makkah.. Bukan landasan terorisme yang dilakukan segelintir muslim pada warga Eropa yang non-muslim..

Ayat di atas berkata “perangilah…” karena memang kondisinya tengah berperang..

Sekali lagi, diperlukan keluasan ilmu yang luar biasa untuk menerjemahkan Qur’an.. Dan saya pun secara jujur mengakui bahwa saya belum mencapai taraf seperti itu.

Namun, saya hanya ingin mencoba meluruskan penerjemahan ayat Qur’an yang keliru ini sebab ini adalah kekeliruan yang disebarkan sebagai fitnah ke seluruh dunia dan saya memiliki kewajiban untuk meluruskannya dengan ilmu yang saya miliki..

Masih banyak ayat Qur’an yang disitir secara seenak udel oleh Wilders (tokoh politik Belanda yang akan membuat rencana parai baru dan butuh media publisitas yang mengglobal) dalam film berdurasi 17 menit ini,,.


Kemudian, film itu juga menampilkan headline berbagai surat kabar yang menggambarkan : Islam merampas kebebasan..

Headline surat kabar itu mencakup penyikapan umat Islam terhadap orang-orang dengan orientasi seksual sejenis seprti gay misalnya..

Contohnya, gay yang di lempar dari atas atap gedung tinggi di Maroko (atau Syiria, saya lupa)

Sedangkan kehidupan Eropa yang dikenal saat ini memang membebaskan orang-orang dengan orientasi seksual hidup bebas dan menjalankan aktifitas seperti biasa..

Saya tidak setuju bila dikatakan headline-headline koran tersebut menggambarkan Islam yang mencabut kebebasan. Mengapa? Karena pertama, perlu dibedakan antara ajaran Islam dengan adat-istiadat setempat.

Saya memang tidak terlalu tau, tapi mungkin saja pelemparan kaum gay dari atap gedung seperti itu adalah adat-istiadat daerah setempat.

Saya juga tidak tau apakah memang tersurat dalam Qur’an tentang hukuman bagi para gay seperti itu.

Tapi yang perlu dikritisi adalah pernyatan Islam mencabut kebebasan. Apakah kehidupan Eropa saat ini adalah suatu kebebasan?

Dalan buku Etika (K.Bertens, PT Gramedia, 2005), dijelaskan tentang istilah kebebasan.
Umumnya, kebebasan sering disamaartikan dengan kesewenang-wenangan. Padahal, kesewenang-wenangan yang berarti juga “SEMAU GUE” hanya bagian dari kebebasan individual.

Sama sekali tidak dapat diterima bahwa kebebasan = kesewenang-wenangan.

Kebebasan hakikatnya adalah tautology (pengertian yang satu terkandung pada yang lain) dengan tanggung jawab.
Terdapat kebebasan bila ada tanggung jawab..

Sehingga bisa dilihat, kehidupan Eropa merupakan condong pada kesewenang-wenangan dan bukan kebebasan..

Sebaliknya, Islam sangat menjunjung tingggi kebablasan karena dalam Islam terdapat tanggung jawab seorang manusia pada banyak pihak, mulai dari Allah sebagai Tuhan Pencipta Alam (Aktus Purus dalam kuliah Filsafat Manusia) hingga tanggung jawab terhadap diri sendiri..


Intinya adalah Islam bukanlah agama yang berlandaskan pada kekerasan..

Bagaimana mungkin berlandaskan pada kekerasan????bila saat perang seperti pada zaman Rasulullah (yang memang kondisinya sudah genting),,pasukan Muslim dilarang melukai pihak yang lemah dan tidak berdaya seperti perempuan, anak-anak dan orang tua… Juga terdapat larangan untuk membumihanguskan pepohonan sebab mereka adalah sumber dari kehidupan..

Islam bukan agama kekerasan dan terorisme.

Islam diturunkan sebagai Rahmatan lil Alamin… Rahmat bagi segenap alam raya.

Tidak ada paksaan dalam menganut agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat…..Qur’an surah Al-Baqarah ayat 256

…………………………………………………………………………………………………………………………………


*ikhtiar seorang Dea Adhicita, muslimah 18 tahun, mahasiswi F.Psi UI dalam meng-counter FITNA*

Postingan terkait:

2 Tanggapan untuk "Ini soal film FITNA"

Anonim mengatakan...

he..he..

makasih dey atas informasi dan pencerahannya..

saya juga posting tentang hal ini di blog saya.

silahkan dibaca..

Ecky A. mengatakan...

eq belum nonton filmnya..

denger dari sebuah dialog di mtroTV, si pembuat film emang katanya lagi nyari popularitas,
dimana2 film itu dikecam, bahkan oleh pemerintah belanda sendiri,,dan para pengusaha belanda siap menuntut si pembuat film jika film itu berimbas kepada pemboikotan produk belanda,,

kebebasan berpendapat..
bukankah hak seseorang juga dibatasi oleh hak orang lain?
sepertinya si pembuat film dan orang2 yang menghina umat Islam atas nama kebebasan berpendapat harus belajar PPKN dan KWN di Indonesia..

*kapan2 mo nulis tentang ini ah..:)*

Comment