Masa, Perspektif, Orangtua

mengingat masa tak terulang itu artinya selalu sama ya : bersyukur... :')
untuk masa dari mulai ku mengingat pengalaman hingga masa kini
semua masa toh takkan terulang, bukan?? dan ketika saya flashback saya bersyukur dan bersyukur sekali

semua pengalaman masa kecil yang sekarang kalau saya ceritakan sama suami, pasti templatenya sama..

"A, waktu aku gini gini dulu aku melakukan ini ini ini" -> diucapkan sambil senyum..mengenang masa-masa..

Apakah masa pahit berubah menjadi manis, dea?

:)

tidak

saya hanya mengubah template-nya menjadi cerita yang diceritakan sambil senyum dengan sedikit geleng kepala keheranan

untuk seluruh masa, saya jadi semakin sayang kedua orang tua saya.. mamah.. dan bapak..
masa memang silih berganti
tapi kepahitan itu pilihan

saya sekarang mengingat seluruh masa hidup saya dan saya sangat bersemangat untuk mengisi masa hidup anak saya.. saya ingin mengisinya dengan sepenuh cinta dan tulus..meniupkan masa-masa yang akan dikenangnya dengan senyum

:')

kontemplatif? nggak ah. ini curhatan biasa. seluruh blog saya kan curhatan isi pikiran saya..hehe

saya sekarang mencintai dan menyayangi kedua orangtua saya dengan perspektif baru.. hmm mungkin pengaruh karena saya juga mau jadi orangtua

saya jadi mensyukuri perspektif rasa saya kepada kedua orangtua dari kecil, remaja, dewasa, dan kini akan menjadi orangtua...

:')   rasanya hangat.. saya memang lebih sering bertemu dengan mamah saya dan amplitudo cinta saya pada mamah lebih besar tetapi menyadari hadirnya era baru rasa cinta saya pada kedua orangtua membuat saya (rasanya) sedang dilatih jadi orangtua..

orangtuaku.. I love you

anakku dalam rahim.. I love you

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Masa, Perspektif, Orangtua "

Comment