#4 Surat Untuk Sosok Itu


Teruntuk sosok masa muda-ku

Berawal dari ruang kecil 4x3 M bernama ruang OSIS itu, cerita kita dimulai... Di sana ada banyak memori tentang kita.. Yang kumaksud semua memori tentu saja. Termasuk saat kamu ternyata tetaplah kamu yang terlalu mudah mengumbar senyum pada semua perempuan.. Hehe. Tapi itu semua toh sudah berlalu..

Ini untuk kamu,, yang namanya mengguratkan semusim masa seragam putih abu-abu ku.. Saat di mana emosi meletup bersanding berbagai tugas akademis dan non akademis.. Saat itulah kamu datang. Menyelinap cepat dan lalu tiba-tiba saja lembar buku harian terisi namamu.

Ya, ada banyak hari yang terisi namamu..

Ecky Agassi.

Rangkaian kalimat ini kutulis untukmu.. Untuk yang tak pernah beranjak dari kehidupan meski kini kamu tak sepenting dulu.. Aku pernah merasai rasa yang pink itu tapi kini semua sudah berlalu.
Kamulah kenangan seragam putih abu-abu yang menjelma jadi sebongkah asa juga selembar cerita.. Kamulah perjalanan ke bulan dan juga pertemuan di ruang rindu.. Kamulah api yang membakar hati saat kulihat sering bersamanya..

Ah, masa muda...

Ya, kamulah masa muda itu..

Dan kini kamu tetap ada di hidup dengan warna yang telah berganti.. Tidak lagi menjadi yang utama tapi tetap berarti.

Terima kasih.. Kata ini kuucap untuk tiap masa di SMA hingga sekarang yang penuh dengan suka cita dan derap gembira. Untuk setiap kesempatan bersama..

Kurasa kita harus berterima kasih pada Tuhan dan MPK/OSIS ya. Hehe.
Terima kasih, Agassi..

Mungkin terima kasih yang paling utama karena kamu-lah yang mengisi otakku untuk membuat sebuah blog... Yang bertahan kini di tahun ke-5 nya.. Sebuah kenyataan indah yang akan selalu terukir..

Gracias , Agassi..

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "#4 Surat Untuk Sosok Itu"

Comment